Jumat, 30 November 2018

SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA

November 30, 2018 0 Comments
SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA




A.            DEFINISI SISTEM INFORMASI SDM

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (Human Resources Information System / HRIS) merupakan sistem yang digunakan dalam mengelola personil yang ada di dalam perusahaan. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia adalah sistem yang bertugas untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada pemakai, di mana data-data yang telah diperoleh tersebut merupakan data yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk meningkatkan SDM.

Sistem informasi sumber daya manusia adalah sebuah sistem yang mendukung proses pengambilan keputusan dengan menyediakan berbagai informasi yang diperlukan. Informasi yang disediakan merupakan informasi mengenai kebutuhan akan pegawai dalam sebuah organisasi, informasi perekrutan pegawai, informasi data pegawai, informasi pengelolaan pegawai selama menjadi bagian dari organisasi tersebut, dan informasi mengenai pemberhentian pegawai.


B.      FUNGSI SDM
•   Struktur organisasi sebagian besar perusahaan memasukkan satu unit yang bertanggung jawab atas banyak kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya manusia.
•   Istilah Personalia awalnya diberikan pada unit ini, tetapi sekarang dinamakan Sumber Daya Manusia (SDM), yang mengakui bahwa personil perusahaan sebagai sumber daya yang berharga. B. Fungsi SDM
•   SDM merupakan departemen atau divisi di dalam organisasi yang bertanggung jawab atas banyak kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya manusia.
•   Manajer SDM dapat menjabat posisi sebagai wakil presiden direktur atau jabatan direktur.
•   Istilah direktur SDM untuk menjelaskan seseorang yang bertanggung jawab atas SDM dan seorang direktur SDM dapat menjadi seorang anggota komite eksekutif.


 C.             KEGIATA UTAMA SDM




  
1.       Perekrutan dan Penerimaan (Recruiting and Hiring).
SDM membantu menerima pegawai baru ke dalam perusahaan. SDM selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.

2.       Pendidikan dan Pelatihan.
Selama periode kepegawaian seseorang, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.

3.       Manajemen Data.
SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai dan memproses data tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.

4.       Penghentian dan Admistrasi Tunjangan.
•   Selama seseorang dipekerjakan oleh perusahaan, mereka menerima paket tunjangan, seperti biaya berobat, asuransi kecelakaan, dll.
•   Ketika seorang pegawai berhenti bekerja, SDM memproses kertas kerja yang diperlukan dan melakukan wawancara keluar untuk mengetahui bagaimana perusahaan telah memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pegawainya.
•   Setelah penghentian, SDM mengurus program pensiun bagi mantan pegawai yang berhak.

D.             MODEL SISTEM INFORMASI PEMASARAN
Model Sistem Informasi Pemasaran (SIP) terdiri dari kombinasi subsistem-subsistem input dan output yang dihubungkan dengan database.




 1.       Subsistem Input
I.      SIA (Sistem Informasi Akuntansi)
SIA (Sistem Informasi Akuntansi) mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan. Data tersebut dugunakan untuk menyiapkan informasi dalam bentuk laporan periodik (laporan penjualan produk yang laku dan tidak laku) dan laporan khusus (laporan penjualan produk berdasarkan daerah penjualan).
·      Penelitian Pemasaran
     Penelitian Pemasaran dapat dilakukan melalui penelitian khusus mengenai operasi pemasaran untuk tujuan mempelajari kebutuhan konsumen dan meningkatkan efisiensi pemasaran. Manajer pemasaran dapat menggunakan penelitian pemasaran untuk mengumpulkan segala jenis informasi, tetapi sebagian besar kegiatan ditujukan pada konsumen dan calon konsumen. Data yang dikumpulkan dapat berupa :

1.  Data primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh perusahaan, melalui wiraniaga dan para karyawan lainnya. Terdapat beberapa cara yang digunakan untuk memperoleh data primer, antara lain :
·      Survei
Survei (Survey) dapat dilakukan dengan menanyakan langsung kepada sejumlah konsumen dengan pertanyaan yang sama melalui telepon, surat, atau kuisoner. Penekanan pada survei adalah APA yang konsumen lakukan.
·      Wawancara Mendalam
Wawancara Mendalam (In-Depth Interview) dilakukan kepada sejumlah kecil konsumen melalui beberapa pertanyaan dengan waktu wawancara yang lebih lama dibandingkan waktu survei. Penekanan wawancara mendalam adalah mendapatkan penjelasan MENGAPA konsumen bertindak demikian.
·      Pengamatan
Pengamatan (Observation) dapat dilakukan dengan mengamati perilaku tertentu atau mencari bukti bahwa hal itu terjadi. Peneliti pemasaran sering mencatat plat nomor mobil di tempat parkir pusat perbelanjaan untuk mengetahui seberapa jauh orang tersebut mengemudi, atau ada kalanya peneliti juga memeriksa sampah orang untuk mengetahui produk apa yang mereka beli.
·      Pengujian Terkendali
Pengujian Terkendali (Controlled Experiment) dilakukan untuk mengukur dampak dari suatu perlakuan tertentu (seperti iklan tertentu) terhadap suatu perilaku (seperti kemampuan untuk mengingat iklan tersebut).Pasar nyata dan ruang kelas dapat digunakan sebagai laboratorium dan mahasiswa sering menjadi subyek dalam suatu percobaan.

2.  Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain untuk dijadikan referensi tambahan yang mampu mendukung data primer. Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data sekunder adalah dengan mencarinya di surat kabar, buku atau internet.

3.  Intelijen Pemasaran
Intelijen Pemasaran (Marketing Intelligence) digunakan untuk mengumpulkan informasi dari lingkungan luar perusahaan (terutama pesaing) yang berkaitan dengan operasi pemasaran. Pemasaran tidak bertanggung jawab untuk membuat arus keluar bagi pesaing, tetapi membuat arus masuk dari pesaing. Istilah Intelijen Pemasaran mengacu pada berbagai kegiatan yang etis guna mendapatkan sebanyak mungkin informasi yang berkaitan dengan pesaing. Jadi, Intelijen Pemasaran bukan suatu kegiatan perusahaan yang satu memata-matai perusahaan yang lain guna mencuri semua data dan informasi mengenai perusahaan yang dimata-matainya tersebut.

2.       Subsistem Database Sistem Informasi SDM
Data yang tersimpan dalam database Sistem Informasi SDM terdiri dari data pegawai (perorangan) dan data non-pegawai (organisasi) yang dapat mempengaruhi arus personil di lingkungan perusahaan.

3.       Subsistem Output Sistem Informasi SDM
Model Sistem Informasi SDM meliputi 6 subsistem output, antara lain :
1.    Subsistem Perencanaan Angkatan Kerja
   Perencanaan angkatan kerja melibatkan semua kegiatan yang memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasikan kebutuhan pegawai di masa depan.
•   Aplikasi perencanaan angkatan kerja yang paling populer dilakukan perusahaan adalah pembuatan bagan organisasi, peramalan gaji dan analisis/evaluasi kerja.

2.    Subsistem Perekrutan
Perusahaan membawa pegawai baru ke dalam perusahaan melalui 2 aplikasi perekrutan, yaitu :  
·      Penelusuran Pelamar  
·      Pencarian Internal
Penelusuran pelamar lebih banyak dipraktekkan daripada pencarian internal untuk menemukan calon pekerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.

3.    Subsistem Manajemen Angkatan Kerja
Subsistem Manajemen Angkatan Kerja menggunakan sejumlah aplikasi untuk mengetahui usaha pengembangan angkatan kerja yang sudah dilakukan, yaitu :  
·      Aplikasi Penilaian Kinerja
·      Aplikasi Pelatihan  
·      Aplikasi Pengendalian Posisi
·      Aplikasi Relokasi  
·      Aplikasi Keahlian / Kompetensi  
·      Aplikasi Suksesi  
·      Aplikasi Pendisiplinan

4.    Subsistem Kompensasi
Subsistem Kompensasi merupakan subsistem yang paling banyak dilakukan (80% kegiatan SDM), yaitu melakukan proses penggajian. Sejumlah aplikasi untuk subsistem ini, yaitu :  
·      Aplikasi Peningkatan Penghargaan  
·      Aplikasi Gaji  
·      Aplikasi Kompensasi Eksekutif  
·      Aplikasi Insentif Bonus
·      Aplikasi Kehadiran

5.    Subsistem Tunjangan
Subsistem Tunjangan menyediakan paket tunjangan baik bagi pegawai yang masih bekerja maupun yang pensiun. Banyak faktor yang menyebabkan subsistem ini sangat rumit dan sukar dilakukan, antara lain lama bekerja, kreatifitas, kinerja, dan adanya inovasi terbaru dari pegawai untuk dapat menentukan sendiri jumlah tunjangan yang diterimanya.  

6.    Subsistem Pelaporan Lingkungan
Subsistem Pelaporan Lingkungan ditujukan untuk memenuhi tanggung jawab kepada pihak yang berkepentingan di luar perusahaan. Hal ini berkaitan dengan catatan dan analisis pelaporan, peningkatan serikat pekerja, catatan kesehatan, bahan / limbah beracun, dan keluhan.

E.             Deskripsi Tugas dan Tanggung Jawab
•   Agar masing-masing karyawan mengetahui secara pasti apa yang harus dikerjakan, apa yang dituntut oleh perusahaan, agar tujuan perusahaan tercapai, maka sebuah perusahaan harus memiliki panduan yang secara rinci menjelaskan apa yang harus dilakukan sesuai dengan posisi dan dan jabatan karyawan.
•   Uraian mengenai tugas dan tanggung jawab seorang karyawan dalam sebuah perusahaan disebut job description
•   Agar panduan tersebut bersifat tetap dan mengikat setiap karyawan dan dapat digunakan oleh siapa saja pada posisi tertentu, maka job description harus dalam bentuk tertulis sehingga akan menjadi acuan baku perusahaan.
• Job description digunakan sebagai panduan dalam proses rekrutmen, promosi/kenaikan pangkat, pertukaran jabatan, panduan kenaikan gaji, dan untuk melakukan evaluasi kinerja terhadap karyawan tertentu.

Hal-Hal Penting dalam Job Description
1.    Gambaran umum tentang tugas dan tanggung jawab.
2.    Daftar tugas utama yang harus diselesaikan.
3.    Pendidikan formal sebagai syarat minimal rekrutmen.
4.    Sertifikasi profesi sebagai syarat tambahan.
5.    Pengalaman kerja yang diperlukan






Referensi :
http://andiniputriayu31.blogspot.com/2018/11/sistem-informasi-pemasaran.html
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia - Pertemuan 11
Bina Insani - Ibu Herlawati, S.Si., M.M., M.Kom.

Selasa, 27 November 2018

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF

November 27, 2018 0 Comments

 
SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF



·                Sistem Informasi Eksekutif

Sistem informasi merupakan satu kesatuan unsure (manusia dan peralatan) yang bekerja secara bersama untuk melaksanakan pengolahan informasi dari mulai pengumpulan,pengolahan, penyimpanan dan pendistribusiannya.

Istilah Eksekutif memang diterangkan secara bebas, Eksekutif sering dikaitkan dengan perencanaan dan jangka panjang dan berorientasi pada kesejahteraan perusahaan. Jika tidak ada sistem informasi eksekutif dan hanya ada sistem informasi fungsional, manajer puncak akan menerima semua informasi dari subsistem - subistem fungsional dan para eksekutif harus menyarikan dan mensintesiskan data menjadi suatu bentuk yang berarti bagi mereka. Sistem informasi eksekutif membebaskan eksekutif dari tugas tersebut. Eksekutif merupakan pelaksana atau yang bertindak untuk melaksanakan suatu sistem informasi.contoh: direktur, kepala-kepala bagian, presiden atau gubernur bagian.

Jadi, Sistem Informasi Eksekutif Suatu bagian yang menyediakan informasi bagi eksekutif mengenai kinerja keseluruhan perusahaan. Disingkat dengan EIS. Mengirimkan, menganalisis, dan menyajikan informasi pada station kerja para pengambil keputusan yang memberikan gambaran jelas kepadanya mengenai standar penting serta kejadian-kejadian, sebelum terlambat dalam menanganinya. Data khususnya gambaran pasar, informasi keuangan, dan statistik industri, dikumpulkan dari sistem pemprosesan bisnis on-line milik perusahaan dan organisasi pihak ketiga. Dalam membangun EIS para eksekutif menggunakan beberapa konsep dasar yang bertujuan memungkinkan para eksekutif dapat memantau seberapa baiknya knerja perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Karakteristik dari sistem informasi eksekutif (SIE) antara lain :
1.        Top level management
2.        Designed to the individual
3.        Ties CEO to all levels
4.        Very expensive to keep up
5.        Extensive support staff

Sistem informasi eksekutif juga disebut sebagai sistem pendukung eksekutif. Sistem ini merupakan sistem informasi yang menyediakan fasilitas yang fleksibel bagi eksekutif dalam mengakses informasi eksternal dan internal yang berguna untuk mengindentifikasi masalah. Pemakai yang awam dengan komputer pun tidak sulit mengoperasikannya karena sistem dilengkapi antarmuka yang sangat memudahkan pemakai untuk menggunakannya. Sistem Informasi Eksekutif dirancang untuk membantu eksekutif mencari informasi yang diperlukan pada saat mereka membutuhkannya dan dalam bentuk apapun yang paling bermanfaat.

Pemakai SIE dapat melakukan permintaan informasi, memilih sendiri format grafik, tampilan informasi yang dikehendaki. Kemampuan  drill down  yang tersedia pada sistem ini memungkinkan eksekutif dapat melihat lebih rinci suatu informasi.  Drill down berarti eksekutif dapat memulai dari gambaran sekilas dan kemudian secara bertahap mengambil informasi yang lebih terinci

·                Fungsi Manajemen Henry Fayol
1.    Planning (Merencanakan)
2.    Organizing (Mengorganisasikan)
3.    Staffing (Menyusun Staf)
4.    Directing (Mengarahkan)
5.    Controling (Mengendalikan)

·                Konsep Dasar Sistem Informasi Eksekutif

Para eksekutif membangun EIS atas dasar konsep-konsep manajemen. Ada 3 konsep yang perlu dibahas, yaitu: faktor-faktor penentu keberhasilan (critical success factors), management by exception, dan model mental. Dengan Penjelasan sebagai berikut :
a.        Faktor Penentu Keberhasilan (Critical Success Factor)
Adalah hal-hal (factor) yang menentukan keberhasilan atau kegagalan segala jenis kegiatan organisasi. Factor-faktor ini dalam setiap perusahaaan berbeda-beda tergantung dari kegiatan yang dilakukan. Tahun 1961 D. Donald Daniel dari McKinsey & Company menciptakan faktor-faktor keberhasilan. Faktor-faktor ini bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Untuk industri kendaraan bermotor, CSF (critical success factors) yang diyakini adalah model, jaringan dealer yang efisien, dan pengendalian biaya manufaktur yang efisien. Sebagai contoh misalnya sebagai berikut CSF dari industri asuransi jiwa adalah pengembangan personil manajemen agen, pengendalian personil administratif, dan inovasi menciptakan produk-produk asuransi.
b.        Management by Exception (MBE)
Perbandingan antara kinerja yang direncanakan dengan kinerja actual. Sehingga informasi dapat langsung didapat dan digunakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan seperti perangkat lunak EIS yang dapat mengidentifikasi perkecualian-perkecualian secara otomatis dan membuatnya diperhatikan oleh eksekutif.
c.        Model Mental
Peran utama EIS adalah membuat sintesis, atau menyarikan data dan informasi bervolume besar untuk meningkatkan kegunaannya. Pengambilan sari ini disebut pemampatan informasi (information compression) dan menghasilkan suatu gambaran atau model mental dari operasi perusahaan.

·                Model Sistem Informasi Eksekutif


Suatu sistem informasi eksekutif pada dasarnya terdiri atas sebuah computer personal (PC) yang terhubung ke suatu basis data ekksekutiif. Sistem ini akan memberikan tampilan yang sesuai dengan permintaan iformasi, terutama yang sifatnya insidental.
Selain basis data eksekutiif EIS terhubung ke SIM organisasi, sehingga EIS dapat memperoleh data inti atau data ringkasan semua sistem fungsional dalam orgganisasi sehingga eksekutif dappat memperoleh gambaran lengkap tentang organisasi.

Komponen Sistem Informasi Eksekutif (SIE) antara lain :
1.        Perangkat keras (Hardware)
2.        Perangkat lunak (Software)
3.        User Interface.
4.        Telekomunikasi.
5.        Perangkat Keras (Hardware).

·                Keuntungan Dan Kekurangan SIE
Keuntungan :
1.        Mempermudah para eksekutif untuk menggunakan pengalaman dalam dunia computer.
2.        Menyediakan pengiriman tepat waktu dari keterangan rangkuman perusahaan.
3.        Keterangan yang di sediakan semakiin mudah dimengerti.
4.        Biasanya menawarkan efisiensi untuk membuat keputusan.
5.        Melakukan penyaringan data untuk manajemen.
6.        Meningkatkan pemeriksaan keterangan.
7.        Dapat mengakses dan memadukan jangkauan data internal dan eksternal yang bersifat luas.

Kekurangan :
1.        Memiliki fungsi yang terbatas, tidak dapat melakukan perhitungan kompleks.
2.        Pada perusahaan kecil mungkin menghadapi biaya yang berlebihan untuk membuat implementasi.
3.        Karena sistemnya besar, sehingga sulit untuk mengaturnya.
4.        Pembuatannya harus dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi eksekutif senior.
5.        Eksekutif mungkin menghadapi beban terlalu berat untuk membuat keterangannya.

·                Kesimpulan
Eksekutif merupakan manajer tingkat atas yang berpengaruh kuat pada kegiatan dan arah organisasi. Eksekutif lebih peduli dengan cara membuat jaringanya bekerja mencapai agenda itu daripada dengan keputusan spesifik. Eksekutif menggunakan instuisi maupun analis rasional dalam memecahkan masalah, menerapkan instuisi pada tiap langkah dengan urutan yang sama.
Kita menyadari betul bahwa dalam penulisan makalah ini kurang dari sempurna oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca khusunya sanggat kaita harapkan untuk penulisan makalah selanjutnya agar lebih baik lagi.



Referensi :
http://holongmarinacom.blogspot.com/2016/12/v-behaviorurldefaultvmlo_1.html
Sistem Informasi Eksekutif - Pertemuan 11
Bina Insani - Herlawati S.Si., M.M., M.Kom.

E-Commerce

PERDAGANGAN ELEKTRONIK A.        PENGERTIAN E-COMMERCE Dalam definisi luas, suatu transaksi bisnis yang menggunakan akses...